Ilustrasi Awal:
Seorang supervisor bekerja 12 jam sehari.
Meeting maraton, laporan menumpuk, semua terlihat sibuk.
Namun saat rapat evaluasi, kontribusinya ke arah bisnis sulit diukur.
Masalah:
Tanpa KPI yang jelas, pemimpin hanya mengukur aktivitas, bukan hasil.
Tanda-Tanda Pemimpin Tidak Punya KPI yang Tepat:
- Fokus pada jumlah meeting, bukan outcome
- Tim bingung apa prioritas utama
- Pemimpin tidak bisa menjelaskan kontribusi unitnya ke target organisasi
- Evaluasi kinerja hanya berdasarkan persepsi atasan
Penyebab Utama:
1. Tidak Ada Leadership KPI Framework
Organisasi tidak mendefinisikan indikator keberhasilan peran pemimpin.
2. KPI Tidak Terhubung dengan Strategi Bisnis
Pemimpin mengejar target operasional tanpa kontribusi strategis.
3. Penilaian Kinerja Subjektif
Evaluasi lebih banyak berdasarkan kesan, bukan data.
Solusi HR: Buat Leadership KPI yang Terhubung Strategi
1. Definisikan KPI per Level Kepemimpinan
Supervisor → efisiensi tim,
Manager → kontribusi fungsi,
Director → hasil strategis.
2. Hubungkan dengan Goal Alignment
Pastikan KPI pemimpin terhubung dengan strategi organisasi.
3. Gunakan Leading & Lagging Indicators
Seimbang antara hasil akhir dan proses yang mendukung.
4. Integrasikan KPI dengan Performance Review
Jadikan dasar promosi, bonus, dan pengembangan.
Contoh Tabel: Leadership KPI Framework
| Level | Fokus KPI | Contoh Indikator |
|---|---|---|
| Supervisor | Efisiensi tim | SLA, produktivitas per orang |
| Manager | Kinerja fungsi | Target divisi, biaya vs output |
| Director | Strategi & kolaborasi | Market share, profit growth |
HR Action Plan:
- Susun Leadership KPI Library untuk tiap jenjang
- Hubungkan KPI kepemimpinan dengan strategi bisnis tahunan
- Latih pemimpin membaca data & menghubungkan ke hasil tim
- Gunakan dashboard KPI untuk pemantauan real-time
Pemimpin yang sukses bukan sekadar sibuk, tapi mampu membuktikan kontribusinya lewat KPI yang jelas dan terukur.
