Banyak Organisasi Krisis Pemimpin Karena Tidak Punya Succession Plan

Ketiadaan succession plan membuat organisasi panik setiap kali pemimpin kunci resign. HR harus menyiapkan pipeline pemimpin yang siap ambil alih tanpa menunggu krisis.


Ilustrasi Awal:

CEO mengumumkan pengunduran dirinya mendadak.
Semua direksi panik—tidak ada yang siap menggantikan.
Rekrutmen eksternal dilakukan, memakan waktu 8 bulan. Selama itu, organisasi jalan di tempat, kehilangan momentum pasar.


Masalah:

Tanpa succession plan, organisasi selalu reaktif dan kehilangan kendali saat pemimpin kunci pergi.


Tanda-Tanda Tidak Ada Succession Plan:

  1. Promosi selalu bersifat darurat
  2. Pemimpin baru sering gagal adaptasi
  3. Karyawan senior menunda resign karena merasa tidak ada penerus
  4. Organisasi kehilangan arah setiap kali terjadi perubahan pimpinan

Penyebab Umum:

1. Tidak Ada Talent Pool Terstruktur
Organisasi tidak tahu siapa yang siap dipromosikan.

2. Tidak Ada Leadership Pipeline
Karyawan tidak dipersiapkan secara bertahap untuk posisi lebih tinggi.

3. Fokus Hanya Pada Rekrutmen Eksternal
Organisasi selalu mencari keluar, bukan mengembangkan dari dalam.


Solusi HR: Bangun Succession Plan Sejak Dini

1. Identifikasi Posisi Kritis
Kenali posisi yang paling berdampak jika kosong.

2. Buat Talent Pool
Mapping karyawan berpotensi tinggi berdasarkan kinerja & kompetensi.

3. Siapkan Development Plan
Program mentoring, coaching, job rotation, dan proyek strategis.

4. Monitor dan Review
Evaluasi kesiapan kandidat minimal setiap 6 bulan.


Contoh Tabel: Succession Planning Framework

ElemenDeskripsi
Posisi KritisCEO, CFO, Head of HR, Head of Ops
Kandidat Potensial2–3 orang internal + 1 kandidat eksternal
Development PlanMentoring, rotation, leadership program
Timeline12–24 bulan sebelum transisi

HR Action Plan:

  • Identifikasi 10 posisi kunci organisasi
  • Mapping minimal 2 calon untuk tiap posisi
  • Rancang program akselerasi kepemimpinan
  • Integrasikan succession plan ke evaluasi tahunan

Succession plan bukan sekadar “backup plan”, tapi strategi jangka panjang agar kepemimpinan organisasi selalu siap dalam setiap kondisi.

Stay Updated!

Subscribe to get the latest blog posts, news, and updates delivered straight to your inbox.

By pressing the Sign up button, you confirm that you have read and are agreeing to our Privacy Policy and Terms and Conditions