KPIs yang salah desain bisa menghambat motivasi, menciptakan perilaku negatif, dan membuat karyawan fokus pada angka, bukan hasil nyata.
Ilustrasi Awal:
Sebuah tim sales diberi KPI jumlah panggilan telepon per hari. Akibatnya, mereka sibuk “mengejar kuota telepon” tanpa peduli apakah menghasilkan penjualan. Laporan terlihat bagus, tapi revenue tidak naik.
Hal serupa terjadi di banyak organisasi: KPI jadi tujuan, bukan alat.
Masalah:
Alih-alih mendorong kinerja, KPI yang tidak relevan justru membuat karyawan kehilangan motivasi, melakukan shortcut, atau bahkan menciptakan budaya kerja yang salah arah.
Tanda-Tanda KPI Tidak Efektif:
- Karyawan hanya fokus pada angka, bukan dampak nyata.
- KPI sering dicapai, tapi tujuan bisnis tetap tidak terpenuhi.
- KPI sulit diukur, tidak transparan, atau membingungkan.
Penyebab Utama KPI Gagal:
1. Tidak Selaras dengan Strategi – KPI dibuat tanpa mengacu ke tujuan besar organisasi.
2. Terlalu Banyak KPI – Karyawan kewalahan mengukur terlalu banyak indikator.
3. KPI Tidak Terukur dengan Jelas – Target ambigu dan menimbulkan interpretasi berbeda.
Solusi HR: Mendesain KPI yang Tepat
1. Hubungkan KPI ke Strategi Bisnis
Pastikan tiap KPI punya kontribusi jelas ke tujuan organisasi.
2. Pilih KPI yang Sederhana & Fokus
3–5 KPI per individu sudah cukup untuk menjaga fokus.
3. Pastikan KPI Terukur
Gunakan indikator yang spesifik, jelas, dan dapat diukur secara obyektif.
4. Tinjau KPI Secara Berkala
Lakukan evaluasi setiap kuartal agar tetap relevan dengan kondisi bisnis.
Tabel: KPI yang Buruk vs KPI yang Baik
| Aspek | KPI Buruk | KPI Baik |
|---|---|---|
| Fokus | Aktivitas semata | Hasil nyata |
| Keterkaitan | Tidak ada hubungannya ke strategi | Selaras dengan tujuan bisnis |
| Kejelasan | Ambigu, sulit diukur | Spesifik, mudah dipahami |
HR Action Plan:
- Lakukan audit KPI lintas fungsi.
- Edukasi manajer tentang desain KPI yang efektif.
- Hubungkan KPI dengan sistem reward & feedback.
- Dokumentasikan praktik terbaik dalam panduan internal.
KPI yang tepat bisa jadi penggerak kinerja. Tapi KPI yang salah hanya akan jadi angka di kertas tanpa makna. HR harus memastikan KPI dirancang untuk mendukung strategi, bukan sekadar menghitung aktivitas.
