Performance review tahunan sering hanya jadi ritual tanpa dampak. Artikel ini membahas kenapa hal itu terjadi dan bagaimana HR bisa mengubahnya jadi percakapan strategis yang relevan.
Ilustrasi Awal
Di akhir tahun, seorang supervisor diminta mengisi form performance review untuk timnya. Karena waktunya mepet, ia hanya menyalin feedback tahun lalu dengan sedikit perubahan.
Hasilnya? Karyawan tidak merasa didengar, manajer tidak belajar apa-apa, dan review jadi sekadar administrasi.
Masalah
Performance review kehilangan makna karena:
- Hanya dilakukan setahun sekali.
- Feedback terlalu umum, tidak actionable.
- Percakapan lebih bersifat evaluatif daripada pengembangan.
- Tidak ada tindak lanjut nyata setelah review.
Tanda-Tanda Performance Review Hanya Formalitas
- Karyawan tidak menunggu review, bahkan malas mengikutinya.
- Manajer hanya copy-paste komentar.
- HR mengumpulkan banyak data, tapi tidak dipakai.
- Tidak ada hubungan jelas dengan training atau promosi.
Penyebab Utama
- Fokus ke Masa Lalu – Membahas kesalahan, bukan potensi.
- Kurang Frekuensi – Hanya setahun sekali, tidak relevan untuk perbaikan cepat.
- Formulir Rumit – Karyawan dan manajer merasa terbebani administrasi.
- Tidak Ada Tindak Lanjut – Review berhenti di dokumen, tidak masuk ke action plan.
Solusi HR: Review yang Bernilai
- Ubah Jadi Continuous Feedback – Percakapan singkat setiap kuartal atau bahkan bulanan.
- Gunakan Check-in Ringan – Fokus ke tujuan, hambatan, dan support yang dibutuhkan.
- Berorientasi ke Masa Depan – Diskusi tentang pengembangan, bukan hanya penilaian.
- Tindak Lanjut Nyata – Review menghasilkan development plan atau peluang proyek.
Tabel: Review Tahunan vs Continuous Review
| Aspek | Review Tahunan (Formalitas) | Continuous Review (Efektif) |
|---|---|---|
| Fokus | Masa lalu, evaluasi kesalahan | Masa depan, pengembangan |
| Frekuensi | Setahun sekali | Bulanan/kuartalan |
| Keterlibatan | Rendah, terasa beban | Tinggi, terasa relevan |
| Tindak Lanjut | Hampir tidak ada | Action plan jelas, diikuti L&D |
HR Action Plan
- Implementasikan sistem check-in berkala.
- Latih manajer melakukan coaching dalam review.
- Gunakan platform digital untuk feedback real-time.
- Kaitkan hasil review dengan career pathing.
- Monitor kualitas feedback, bukan hanya kepatuhan mengisi form.
Kesimpulan
Performance review tidak boleh berhenti sebagai formalitas.
Ia harus menjadi percakapan strategis yang menghubungkan feedback, pengembangan, dan tujuan bisnis.
