Operating model yang terlalu kompleks sering memperlambat organisasi, membuat keputusan terhambat dan biaya operasional meningkat. HR bisa membantu menyederhanakan desain organisasi agar lebih lincah dan fokus pada hasil.
Ilustrasi Awal:
Sebuah perusahaan ritel menambahkan terlalu banyak layer manajemen dan komite persetujuan.
Akibatnya, keputusan pembelian barang butuh waktu 3 minggu.
Kompetitor yang lebih ramping bisa mengambil peluang pasar lebih cepat.
Masalah:
Operating model yang rumit menghambat kecepatan organisasi, menurunkan daya saing, dan membebani biaya.
Tanda-Tanda Operating Model Terlalu Kompleks:
- Proses persetujuan panjang dan birokratis
- Banyak fungsi kerja tumpang tindih
- Informasi tidak mengalir cepat ke pengambil keputusan
- Perubahan kecil membutuhkan persetujuan multi-level
Penyebab Utama:
- Penambahan Layer Tanpa Evaluasi – Jabatan baru dibuat hanya untuk memuaskan ego atau politik internal.
- Proses Tidak Pernah Disederhanakan – SOP ditambah terus, tidak pernah dipangkas.
- Kurang Keterhubungan ke Strategi – Struktur tumbuh sendiri, bukan didesain untuk mendukung strategi bisnis.
Solusi HR: Sederhanakan Operating Model
- Audit Struktur Organisasi – Identifikasi layer, role, dan proses yang tidak menambah nilai.
- Gunakan Prinsip Span of Control – Tentukan batasan optimal jumlah bawahan per pemimpin.
- Bangun Agile Governance – Persetujuan lebih singkat, delegasi lebih jelas.
- Hubungkan Struktur ke Strategi – Desain organisasi harus sesuai arah bisnis, bukan sekadar warisan lama.
Tabel: Perbandingan Operating Model
| Aspek | Model Rumit | Model Sederhana |
|---|---|---|
| Kecepatan Keputusan | Lambat (butuh banyak approval) | Cepat (delegasi jelas) |
| Biaya Operasional | Tinggi (layer berlapis) | Rendah (fokus nilai tambah) |
| Fleksibilitas | Sulit berubah | Mudah beradaptasi |
HR Action Plan:
- Lakukan organizational design review setiap 2-3 tahun
- Bentuk taskforce lintas fungsi untuk merampingkan proses
- Implementasikan decision rights matrix agar jelas siapa memutuskan apa
- Gunakan teknologi workflow untuk mempercepat persetujuan
Organisasi yang sederhana bukan berarti lemah, justru lebih lincah menghadapi perubahan dan lebih hemat biaya.
