Kenapa Operating Model yang Rumit Bikin Organisasi Kehilangan Kecepatan

Operating model yang terlalu kompleks sering memperlambat organisasi, membuat keputusan terhambat dan biaya operasional meningkat. HR bisa membantu menyederhanakan desain organisasi agar lebih lincah dan fokus pada hasil.

Ilustrasi Awal:

Sebuah perusahaan ritel menambahkan terlalu banyak layer manajemen dan komite persetujuan.
Akibatnya, keputusan pembelian barang butuh waktu 3 minggu.
Kompetitor yang lebih ramping bisa mengambil peluang pasar lebih cepat.


Masalah:

Operating model yang rumit menghambat kecepatan organisasi, menurunkan daya saing, dan membebani biaya.


Tanda-Tanda Operating Model Terlalu Kompleks:

  1. Proses persetujuan panjang dan birokratis
  2. Banyak fungsi kerja tumpang tindih
  3. Informasi tidak mengalir cepat ke pengambil keputusan
  4. Perubahan kecil membutuhkan persetujuan multi-level

Penyebab Utama:

  1. Penambahan Layer Tanpa Evaluasi – Jabatan baru dibuat hanya untuk memuaskan ego atau politik internal.
  2. Proses Tidak Pernah Disederhanakan – SOP ditambah terus, tidak pernah dipangkas.
  3. Kurang Keterhubungan ke Strategi – Struktur tumbuh sendiri, bukan didesain untuk mendukung strategi bisnis.

Solusi HR: Sederhanakan Operating Model

  1. Audit Struktur Organisasi – Identifikasi layer, role, dan proses yang tidak menambah nilai.
  2. Gunakan Prinsip Span of Control – Tentukan batasan optimal jumlah bawahan per pemimpin.
  3. Bangun Agile Governance – Persetujuan lebih singkat, delegasi lebih jelas.
  4. Hubungkan Struktur ke Strategi – Desain organisasi harus sesuai arah bisnis, bukan sekadar warisan lama.

Tabel: Perbandingan Operating Model

AspekModel RumitModel Sederhana
Kecepatan KeputusanLambat (butuh banyak approval)Cepat (delegasi jelas)
Biaya OperasionalTinggi (layer berlapis)Rendah (fokus nilai tambah)
FleksibilitasSulit berubahMudah beradaptasi

HR Action Plan:

  • Lakukan organizational design review setiap 2-3 tahun
  • Bentuk taskforce lintas fungsi untuk merampingkan proses
  • Implementasikan decision rights matrix agar jelas siapa memutuskan apa
  • Gunakan teknologi workflow untuk mempercepat persetujuan

Organisasi yang sederhana bukan berarti lemah, justru lebih lincah menghadapi perubahan dan lebih hemat biaya.

Stay Updated!

Subscribe to get the latest blog posts, news, and updates delivered straight to your inbox.

By pressing the Sign up button, you confirm that you have read and are agreeing to our Privacy Policy and Terms and Conditions