Direksi Menolak Ide HR? Bisa Jadi Karena Cara Penyampaiannya

Ide HR bisa bagus, tapi sering mental di level BOD karena cara penyampaiannya keliru. Pelajari pendekatan yang bikin mereka lebih terbuka.


Ilustrasi Awal:

HR: “Kita perlu program onboarding yang lebih lengkap.”
Direksi: “Sekarang bukan waktunya. Fokus ke efisiensi dulu.”
Padahal onboarding yang rapi justru mengurangi biaya turnover.
Masalahnya bukan idenya, tapi cara jualannya.


Masalah:

Banyak usulan HR yang ditolak bukan karena tidak relevan, tapi karena tidak dikemas dalam perspektif yang dimengerti oleh BOD.


Penyebab Umum Ide HR Ditolak Eksekutif

Penyebab UmumImplikasi Langsung
Terlalu teknis, tidak bicara dampak bisnisDireksi sulit melihat urgensinya
Tidak ada data pembanding atau ROIIde dianggap spekulatif
Disampaikan saat timing-nya tidak pasPrioritas BOD sedang di tempat lain

Cara Mengemas Ide HR Agar Diterima Eksekutif

1. Ganti Narasi “HR-Centric” Jadi “Business-Centric”

  • Contoh: “Program ini menurunkan 20% turnover, hemat Rp2M per tahun.”

2. Bawa Benchmark & Simulasi Risiko

  • Tunjukkan perbandingan dengan industri lain atau potensi kerugian jika tidak dilakukan.

3. Pahami Agenda Strategis Direksi

  • Sinkronkan ide HR dengan target tahunan perusahaan.

Kalau ingin ide HR lebih didengar, ubah dulu cara menyampaikan.
Direksi tidak beli ide—mereka beli dampaknya.

Stay Updated!

Subscribe to get the latest blog posts, news, and updates delivered straight to your inbox.

By pressing the Sign up button, you confirm that you have read and are agreeing to our Privacy Policy and Terms and Conditions